Minggu, 17 April 2011

Penulis:Dedi Zulkarnain Pratama
MALANG – Wabah ulat bulu sudah mulai merambah sampai di Kota Malang, sama halnya dengan “DOMBA” ini yang merupakan singkatan dari Dodol Mahasiswa Brawijaya. Produk yang di prakarsai oleh Ade, Mawan dan Riga yang merupakan mahasiswa ilmu pemerintahan Universitas Brawijaya ini sudah mulai mewabah di Kota Bunga Malang. Dodol yang menjadi produk unggulan ketiga mahasiswa ini berasal dari satu daerah di Indonesia yang juga merupakan salah satu produk khas dari Pulau Lombok.
Walaupun baru tiga jenis yaitu Dodol Rumput Laut, Nangka, dan Nanas yang di pasarkan, namun produk ini sudah mewabah layaknya ulat bulu yang sedang menjadi pemberitaan hangat saat ini. Dari ketiga jenis produk ini tentunya memiliki harga dan rasa yang variatif dan tentunya enak. Salah satu alasan mewabahnya “DOMBA” ini adalah karena konsumen tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, hanya dengan Rp. 10.000 s/d Rp. 15.000 sudah dapat menikmati produk yang sangat langka ada di Kota Malang ini.
Sebelum ”DOMBA” ini mewabah, tentunya tidak sedikit usaha dan hambatan yang harus di lalui oleh ketiga mahasiswa ini. Salah satu diantaranya adalah pada awal pemasaran produk ini, konsumen mungkin berpikir untuk apa membeli sekotak dodol dengan harga seperti itu. Namun, setelah usaha yang mereka lakukan, akhirnya konsumen malah semakin ketagihan dengan dodol ini. “Kami selalu berusaha bagaimana meyakinkan konsumen agar dapat membeli produk kami ini, baik promosi dengan cara, brosur, ‘door to door’ dan lain sebagainya dan inilah hasilnya,” ungkap Mawan di sela-sela kegiatannya, Sabtu (16/4), kemarin.
Usaha yang dijalani oleh ketiga mahasiswa yang masih semester dua ini tidak lepas dari bimbingan dosen mereka yaitu Bapak Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si. dan Heygen Ganesha Putra, S.Ikom. “Yang penting berani dulu. Ketika kita memutuskan sesuatu untuk kita jalani seperti berwirausaha, maka keberanianlah yang menjadi faktor utamanya,” ujar Heygen di kantornya, Jumat (15/4).
Permasalahan dan hambatan menjadi satu hal yang sangat tidak dapat di pisahkan dari sebuah wirausaha baik yang baru dibentuk maupun yang sudah besar. “Jangan mencari masalah dan yang dipikirkan masalah saja, tapi yang perlu dipikirkan adalah solusi dan peluang,” tambah Heygen kepada penulis.
Tentunya, hasil yang mereka peroleh saat ini patut di syukuri dan dapat sebagai motivasi untuk kita semua untuk berpacu lagi dalam berwirausaha dan tak pantang menyerah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar